portalbanua.com - JAKARTA
Bencana
datang bertubi-tubi menimpa sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya
adalah gempa Cianjur yang mengakibatkan ratusan
orang meninggal dan bangunan-bangunan rusak.
Kemudian menyusul gempa lain di sejumlah daerah seperti di Garut
dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Lalu ada erupsi Gunung
Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia disebut-sebut
karena banyaknya maksiat dan jeleknya sistem pemerintahan. Namun, hal ini
dibantah oleh pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, bisa saja
Allah SWT menimpakan bencana kepada orang yang tidak bersalah.
Bagi orang yang tidak bersalah, bencana datang untuk mengangkat
derajatnya. Sementara kepada orang yang bersalah ahli iman adanya bencana
untuk diampuni dosanya.
“Tolong jaga lisan. Jangan berkata, ‘wah Cianjur para pendosa
semuanya, banyak maksiat’,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Selasa
(6/12/2022).
Kendati demikian, Buya Yahya tak menampik jika maksiat
mengundang bencana dari Allah. Namun, ketika bencana terjadi cara
pandang menilainya harus diubah. Kata Buya Yahya, jangan sampai mengatakan
adanya bencana seolah-olah gara-gara maksiat.
“Kita jangan biasa sombong deh. Kalau ada musibah hendaknya kita
berbenah semuanya, paling tidak dirimu sendiri koreksi. Kalau seandainya
tertimpa musibah di negeri ini jangan sampai dalam keadaan kita yang membuat
banyak dosa dan musibah. Semoga Allah menjauhkan kita dari musibah,” tuturnya.
Menurut Buya Yahya, orang cerdas
akan menanggapi bencana sebagai jalan untuk menguatkan iman. Banyak pelajaran
yang dapat dipetik ketika terjadi bencana. Salah satunya membuka kesempatan
untuk menolong mereka yang terdampak bencana.
“Jadi, makanya ketika melihat musibah orang lain yang paling
penting hatimu hidup atau tidak. Kita itu sering yang dicari adalah pamer,
pamer cerita,” ujarnya.
“Hidupkan hati kita. Jangan sombong. Semua koreksi
masing-masing,” pesan Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian berdoa untuk korban bencana baik yang gempa
Cianjur maupun erupsi Gunung Semeru.
“Yang tertimpa (erupsi) di Semeru semoga Allah angkat derajatnya, yang belum beriman semoga jadi ahli iman. Yang Cianjur juga demikian,” doa Buya Yahya. (brt/adh/tim)