![]() |
Kantor Pupuk Kalimantan Timur |
portalbanua.com,
JAKARTA
Distributor PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mendapatkan kemudahan
dalam mengakses permodalan dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Diharapkan
distributor mampu menjalankan kewajiban penyaluran pupuk kepada petani secara
optimal, khususnya di wilayah distribusi masing-masing.
Adanya kemudahan akses permodalan diharapkan dapat semakin memacu kinerja
seluruh distributor Pupuk Kaltim, agar ketersediaan pupuk bagi petani terpenuhi
sesuai kebutuhan dan alokasi yang ditetapkan.
"Dari kerja sama ini, produktivitas distributor dan agen Pupuk Kaltim di
Indonesia diharap berjalan lebih optimal seiring terpenuhinya kebutuhan modal
kerja," kata Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman dalam
keterangan tertulis, dilansir detik.com, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA: Aset BSI Tumbuh 12,88 Persen Lebih Tinggi dari Industri Perbankan
Saat ini Pupuk Kaltim memiliki ratusan mitra distributor yang tersebar di seluruh
wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan. Distributor aktif korporat lebih
dari 60 mitra usaha dan distributor retail 345 mitra. Dari total tersebut,
beberapa distributor sangat membutuhkan pendanaan tambahan dari lembaga
keuangan untuk menjalankan kewajiban sebagai penyalur pupuk kepada petani.
Dukungan akses permodalan diberikan karena distributor memiliki peranan penting
bagi Pupuk Kaltim dalam menjalankan tugas penyaluran pupuk hingga ke petani.
Hal ini ditujukan agar tidak terjadi kelangkaan pasokan, dan produk Pupuk
Kaltim bisa diakses dengan mudah oleh petani di seluruh wilayah pemasaran.
"Melalui dukungan pembiayaan yang diberikan, penyaluran pupuk yang tepat
sasaran mampu tercapai dengan baik, sehingga produktivitas pertanian dan
profitabilitas petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional turut
meningkat," tambah Qomaruzzaman.
BACA JUGA: Bank Kalsel Raih Penghargaan Top Digital Corporate Brand Award 2022
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyampaikan pertanian dan
perkebunan menjadi salah satu sektor yang dibidik perseroan, guna meningkatkan
kontribusi BSI dalam hal green economy. Adanya kesinambungan pertanian dan
perkebunan yang dikelola dengan baik, maka sektor ini akan memberikan dampak
positif untuk kemajuan ekonomi yang berkelanjutan.
Pada tahap awal, BSI menyiapkan pendanaan lebih dari Rp 100 miliar guna
mendorong para distributor pupuk naik kelas. Dari kerja sama Pupuk Kaltim
bersama BSI, diharap akses permodalan yang diberikan mampu meningkatkan
produktivitas distributor dan agen pupuk di Indonesia, sehingga makin
memudahkan penyaluran pupuk hingga ke petani.
"BSI telah menyiapkan skema pembiayaan berbasis syariah untuk lebih dari
300 perusahaan distributor Pupuk Kaltim, khususnya terhadap distributor pupuk
non subsidi," ungkap Anton.
BACA JUGA: Bank Jatim Pacu Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Selain menjadi mitra dalam mengakses permodalan, BSI juga telah menyiapkan
serangkaian strategi untuk meningkatkan supply chain perdagangan pupuk
Indonesia. Beberapa strategi itu di antaranya pendampingan skill dan kompetensi
petani daerah, literasi dan inklusi perbankan syariah untuk supplier pupuk.
"Pupuk merupakan komoditas perdagangan yang memiliki peran penting untuk
sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini menjadi salah satu fokus pembiayaan
BSI, guna mendorong kemajuan pertanian dan perkebunan di Indonesia,"
imbuhnya. (ad/brt/tim)