Mengenang H Usman Musayyab, Beruntung Sempat Duduk Bersama

Oleh: Ibnu Syaifuddin Siang itu, sehabis waktu dzuhur seperti biasa makan di rumah makan padang –mungkin lebih tepatnya warung makan padang- di depan Komplek Pondok Indah Teluk Dalam, Banjarmasin. Biasanya pula, Uda –panggilan akrab pemilik rumah makan ini- sudah hafal dengan menu makan yang kupesan. Jadi, tinggal melenggang saja ke kursi yang biasa kududuki. Sesampainya …

Mengenang Pertemuan dengan Guru Zuhdi dan Kepergian Beliau yang Terlalu Pagi

Oleh: Muhammad Bulkini Rasanya baru Sabtu kemarin, si bebal ini mengetuk pintu rumah pian, di jalan samping Masjid Jami, Sungai Jingah, Banjarmasin. Meminta penjelasan tentang “Wasilah” untuk mengisi halaman Koran Media Kalimantan. Tapi setelah ulun hitung waktu, sudah 10 tahun itu berlalu (2009). Pian bertanya nama, alamat, dan kuliah di mana? Ulun menjawab semua pertanyaan …

Abah Anang, Guru Ibad, dan Peluru yang Merekat di Dinding Mobil

Di sebuah pagi yang sepi, aku bertamu ke rumah Abah Anang. Biasanya, ibu –istri beliau- melihatku lebih dulu dan memanggil beliau yang sedang beristirahat. “Bah, ada Bulkini,” kata ibu mengetuk pintu kamar. Tak berapa lama, Abah Anang keluar lengkap dengan senyumnya. Jalannya pelan, maklum beliau cuci darah seminggu dua kali. “Olahakan (buatkan) teh Ibul. Dua!” …

Memahami Sikap Abah Guru Sekumpul pada WTS dari Senandung Jhonny Iskandar

oleh: Muhammad Bulkini Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul pernah menjamu Wanita Tuna Susila (WTS) di kediamannya. Tak tanggung-tanggung, mereka datang dengan satu pasukan, semobil penuh. Abah Guru pun menyambut sebaik mungkin para tamunya, menyajikan jamuan, bertanya kabar dan tujuan hingga mendoakan mereka. Tak ada bedanya dengan tamu …

Pesan Abah Guru Sekumpul, Gus Dur, dan Dakwah di Gereja

Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul pernah bercerita tentang seorang sufi, kalau tidak salah bernama Abu Yazid Al Busthomi. Ulama besar itu meminta kepada Tuhan agar ditunjukkan siapa temannya kelak di Surga. Singkat cerita, disebutkanlah nama orang itu dan di daerah mana dia tinggal.  Abu Yazid pun mencari tahu orang yang …

Abah Guru, Gus Muwafiq, dan Kasturi

Suatu ketika, Kiai Ahmad Muwafiq atau yang masyhur dikenal dengan Gus Muwafiq bertamu ke Sekumpul. “Gus, nanti saya kasih kasturi,” kata Abah Guru.   “Terimakasih, Tuan Guru,” sahut Gus Muwafiq.   Setelah mau berangkat pulang, kasturi itu sudah dibungkus dalam kardus. Gus Muwafiq girang bukan main.   “Bener-bener wali, kasturi sekardus dikasihkan ke saya,” pikir …

Orang Kulit Hitam yang Memilih Menepi, Karena Terlalu Cinta

Oleh: Ibnu Syaifuddin Anggap saja anda memiliki kekasih yang begitu dicinta. Sepanjang waktu anda habiskan bersama, saat suka maupun duka. Hingga suatu ketika, orang yang anda cintai itu pergi “meninggalkan” anda selama-lamanya. Lantas, dapatkah anda kembali meneruskan hidup di tempat itu, melakukan rutinitas yang sama, yang tentu akan memutar kenangan bersamanya? Akan ada banyak alasan …

Gus Dur, NU, dan Kereta Malam

“Pernah sekali aku pergi dari Jakarta ke Surabaya…”   Percayalah, tulisan ini tidak membedah lirik lagu tersebut. Saya hanya mengingat lirik lagunya ketika menuliskan judul “Kereta Malam” di belakang Gus Dur dan NU. Apa sebab? Saya teringat sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa “hebatnya” pemikiran Gus Dur dan terbelakangnya pikiran masyarakat kita.   Pemikiran Gusdur disebut …

Membaca Riwayat Wanita Ini, Lelaki Mana yang Tak Merasa Banci

“Saya heran kepada mata yang tidur, padahal ia tahu betapa lamanya terpuruk dalam kegelapan kubur.” (Muadzah Al-Adawiyyah) Keperkasaan atau kegagahan adalah sifat yang kerap disandangkan pada lelaki. Tapi apa jadinya jika seorang lelaki gagah dari kalangan muslim membaca riwayat ulama dari kalangan wanita yang satu ini. Muadzah Al Adawiyyah namanya, seorang istri shalehah dari Abu …

Khabib Nurmagomedov, MMA, dan Iman yang Dipermainkan

Belum lama tadi, kita diramaikan dengan sebuah pertandingan akbar antara Khabib Nurmagomedov Vs Conor Mc Gregor. Kita sudah tahu siapa pemenangnya, tapi itu bukan inti dari tulisan ini. Sedikit mengingat, dalam sebuah pertemuan sebelum pertandingan (konfrensi pers), keduanya adu mulut. Mc Gregor seperti biasa menyerang emosi lawan dengan “sumpah-serapahnya”. Kali ini, dia tahu Khabib seorang …