Muhibbin.net, MARTAPURA –  Abuya Maliki atau Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki pernah mendapat fitnah yang keji. Alih-alih membalasnya dengan perbuatan serupa, beliau malah menunjukkan akhlak yang mempesona.

Dr. Abdul Qadir As-Sindi (seorang Wahabi) pernah menulis sebuah artikel berisi hinaan, kecaman, dan fitnah keji pada Abuya Maliki di majalah Al-Jami’ah Al-Madinah Al-Munawwarah. Banyak kalangan yang geram dengan ulah Doktor tersebut.

Singkat cerita, Abuya Maliki  mengetahui perihal fitnah tersebut. Beliau  mengajak murid-muridnya untuk pergi ke Madinah, menuju rumah Dr. As-Sindi. Sesampainya di sana, beliau  menyerahkan sejumlah uang sebagai hadiah ke padanya.

Saat memberikan hadiah, Abuya  Maliki tidak mengenalkan siapa dirinya. Mendapat kejutan itu, Dr. As-Sindi pun mengira orang yang telah memberinya adalah Abuya Maliki, orang yang beberapa waktu silam ia hina habis-habisan dalam artikel yang ditulisnya.

Dr. As-Sindi pun mengejar Abuya, merangkulnya, menciuminya dan berkata, “Tuan tentu Sayyid Muhammad Al-Maliki, kini saya yakin sepenuh hati bahwa Tuan adalah keturunan Rasulullah, sebab tidak ada yang membalas cacian dan hinaan dengan hadiah, kecuali ia adalah keturunan Rasulullah. Saya tidak meragukan lagi keagungan pribadi anda wahai Sayyidi,” ucap Dr. As-Sandi.

Di saat bersamaan Dr. As-Sindi menangis sejadinya menyesali perbuatannya dengan memohon maaf kepada ulama besar tersebut. Abuya pun memafkannya.

Begitulah indahnya akhlak cucu Rasulullah ﷺ yang satu ini. Beliau mampu menunjukkan keindahan akhlak saat mendapat fitnah yang keji.

Siapa Ulama Ini?

Abuya Maliki adalah seorang ulama besar kota Makkah, kelahiran tahun 1365 H / 1945 M.

Di zamannya, beliau menjadi rujukan para penuntut ilmu di dunia. Dari Indonesia pun tak sedikit yang menimba ilmu kepadanya.

Anak Sayyid Alawi ini memiliki perhatian khusus dengan Indonesia. Beliau tercatat beberapa kali mengunjungi negeri kepulauan ini.

Ulama ini wafat pada Jumat, 15 Ramadhan 1425 H, bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman al-Ma’la tak jauh dari makam istri Rasulallah SAW.

Reporter: Ahmad

Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *