muhibbin.net, BANJARMASIN – Korupsi tidak mengenal sistem pemerintahan. Kekhalifahan Turki Utsmani pun tak luput dari bersarangnya oknum-oknum korup di dalamnya.

Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki (Abuya Maliki) pernah menceritakan peristiwa korupsi di Pemerintahan Turki Utsmani (Ottoman). Namun, beliau tidak menyebutkan raja siapa yang berkuasa waktu itu, namun yang jelas, Turki Utsmani berkuasa selama 564 tahun lamanya, yakni dari tahun 656 H – 1220 H.

Dinasti ini menguasai seperempat dunia, dari Turki, Jazirah Arab hingga sebagian dari belahan Asia.

Pada suatu ketika, kata Abuya Maliki, Gubernur Madinah mengirim utusan ke Turki. Utusan tersebut membawa sepucuk surat berisi permintaan dana sebesar 200 ribu dinar (uang emas) dan pasokan minyak tanah sebesar 2 ribu liter. Dana tersebut untuk penerangan Masjid Nabawi Al Munawwaroh selama beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Indahnya Akhlak Abuya Maliki Ketika Difitnah

Setelah utusan sampai ke Turki dan surat pun selesai dibaca, Sang Khalifah memerintahkan kepada stafnya agar menyiapkan apa permintaan Gubernur. Anehnya, Khalifah itu menambahkan dua kali lipat dari yang permintaan Gubernur, lalu jumlah itu ia tuliskan dalam surat perintah. Si Gubernur benar-benar kaget dengan kemurahan hati Sang Khalifah.

Setelah beberapa hari, maka tibalah amanah yang dari sang Khalifah. Namun Gubernur kaget, karena ia hanya mendapatkan 200 ribu dinar + 2 ribu liter minyak tanah. Sedangkan yang tertera di dalam surat perintah adalah 400 ribu dinar dan 4 ribu liter minyak tanah.

Setelah hal itu ditanyakan kepada Sang Khalifah, Sang Khalifah pun menjawab …(Baca Selengkapnya)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *