Muhibbin.online, – Almarhum Habib Munzir Al Musawa sempat menceritakan betapa indahnya akhlak gurunya, yakni Habib Ali Masyhur yang belum lama ini meninggal dunia.

Saat Habib Munzir Musawa menimba ilmu di Hadramaut (Yaman), Sang Guru yakni Habib Ali Masyhur-lah yang datang ke tempat murid-muridnya (beliau punya mobil). Karena pada saat itu, kendaraan sulit didapat, mengingat situasi di sana sedang berkecamuk perang.

Ketika itu, kajian digelar pada bulan Ramadhan pukul 11.00 hingga 12.30 waktu setempat. Sedangkan waktu dzuhur pada 13.00. Suhu udara pada siang hari pada waktu itu mencapai 45 derajat celcius. Dengan panas seperti itu, jika telur mentah dipendam di dalam tanah selama 10 menit, maka telur itu akan matang.

Suatu ketika, para murid menunggu kedatangan Habib Ali Masyhur agak lama. Beliau datang pada pukul 12.30. Beliau datang dengan berjalan kaki dengan wajah memerah dan penuh keringat.

“Maafkan saya, maafkan saya karena mobil saya rusak sehingga saya harus berjalan kaki,” kata ulama besar itu.

Habib Ali Masyhur ternyata sudah berjalan selama 2 kilometer perjalanan di tengah cuaca panas. Ulama sepuh itu datang mengajar, bukan belajar.

Andai beliau mau, beliau bisa saja menghubungi murid-muridnya untuk datang ke tempat beliau, karena kerusakan mobil.  Atau beliau bisa saja meliburkan majelis taklim kala itu. Namun beliau tak melakukannya. Yang membuat para muridnya terharu, beliau datang dengan meminta maaf, seolah itu adalah kesalahannya.

Luar biasa akhlak Habib Ali Masyhur.

Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *