muhibbin.online, – Bagi sebagian orang, mungkin tidak terima jika dirinya dikatakan gila.  Namun berbeda dengan Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz RA.

Diriwayatkan dalam 150 Kisah Orang Saleh, pada suatu malam Umar bin Abdul Aziz mendapatkam sebuah petunjuk agar masuk ke sebuah mesjid, berangkatlah ia ke mesjid itu bersama seorang pembantunya.

Ketika masuk masjid, beliau tak sengaja menyenggol seorang laki-laki yang sedang tidur di dalam masjid. Orang itu terbangun dengan keadaan marah dan berkata, “Apakah engkau gila?”

Umar pun menjawab, “Tidak.”

Pembantu Khalifah heran dengan reaksi Umar bin Abdul Aziz yang terlihat biasa saja. Dia pun berkata, “Laki-laki itu mengatakan hal itu padamu, padahal engkau adalah seorang Amirul Mukminin.”

Dengan santai Umar menjawab, “Memang kenapa, ia hanya bertanya, ‘Apakah aku gila?’ saya jawab, ‘Tidak’.”

Kebeningan hati seorang Umar bin Abdul Aziz membuat beliau mampu memaafkan kesalahan orang lain, di saat beliau mampu melakukan pembalasan.  Beliau menganggap hal itu sebuah peristiwa yang biasa, padahal hal itu tentu tak biasa bagi sebagian orang.

Akhlak Umar bin Abdul Aziz layaknya danau, yang tak mudah asin hanya karena ditaburi segelas garam. Teladan yang indah bukan?

Penulis: Anwar

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *