Muhibbin.net, BANJARMASIN – Kecintaan Syekh Umar Hamdan dengan ilmu terlihat dari perjalanan panjangnya menuntut ilmu di berbagai negeri. Ilmu yang didapat kemudian menjadi berkah tersendiri bagi orang sekitarnya. Beliau mengajar di dua Masjid Utama di Tanah Suci, di dua madrasah ternama di sana, dan di kediamannya.

Kecintaan pada ilmu itu pula-lah yang membuat dirinya hanya cenderung mendekati dan didekati ahli ilmu.

Guru

Dari sekian banyak guru dari Syekh Umar Hamdan, ada beberapa ulama yang tercatat memberikan sanad kepadanya. Berikut di antaranya:

  1. Syekh Al-Muhadits Al-Musnad Abu Hasan Ali Ibn Dhohir Al-Witri al-Madani Al-Hanafi (1261 – 1322 H).
  2. Syekh Abdullah Al-Nablusi.
  3. Syekh Abi Yushra Falah Ibn Muhammad Dhahiri Al-Madani. Ayah dari Syekh Ali Ibn Falah Al-Dhohiri.
  4. Syekh Shalih Ibn Abdullah As-Sanari Al-Maki.
  5. Syekh Al-Muhadits Al-Lamah As-Sayyid Muhammad Amin Ibn Ahmad Ridwan Al-Madani (w. 1329 H) pengajar di Mesjid Nabawi.
  6. Syekh Al-Muhadits Al-Musnad Sayyid Abu Abdullah Muhammad Ibn Jafar al-Katani Al-Fasi, belajar kepadanya bersama Syekh Al-Hafizh Al-Musnad Abdul Hayy Abdul Kabir al-Katani.
  7. Syekh Al-Alamah Ahmad Ibn Syam Asy-Syanqithi Al-Maghribi.
  8. Sayyid Ahmad Ibn Ismail Al-Barzanji.
  9. Syekh Muhammad Mahfudz Ibn Abdullah At-Turmusi Al-Jawi al-Indunisiyi (w. 1338 H), dan lain-lain.
Baca juga: Mengenang Syekh Umar Hamdan (2), Guru di Dua Kota Suci

Ulama Seangkatan

Beberapa Syekh terkenal sezaman dengan beliau, baik setelah Raja Abdul Aziz Alu Sa’ud menguasai Hijaz maupun sebelumnya, di antaranya:

  1. Syekh Al-Hafizh Al-Musnad Abdul Hayy Abdul Kabir al-Katani, beliau menyebut Syekh ‘Umar Hamdan, ”… bersama sahabat kami Abu Hafs Umar Ibn Hamdan…” dalam Fahras-nya yang terkenal. Kadang beliau menyebutnya, ”al-Faqih, al-’alim, al-muhadits.”
  2. Syekh Abdurrahman Al-Ifriki, mudir Dar Hadits Madinah.
  3. Syekh Abu Samah Abdul Dhohir, Imam Masjidil Haram, dan Mudir Dar Hadits Mekkah.
  4. Syekh Muhammad Abdurrazak Hamzah, Imam Masjidil Haram dan Nabawi sekaligus juga mudir Dar Hadits Mekkah.
  5. Syekh Al-Muhadits Muhammad Abdul Baqi, Syekh Yasin Fadani selalu menggandengkan dengannya dalam musalsalnya.
  6. Syekh Al-Alamah Abdurrahman Al-Mu’alimi, dan lain-lain.
Baca Juga: Mengenang Syekh Umar Hamdan (1), Berkaca Padanya, Santri Mana yang Tak Malu

Murid

Syekh mengajar di Masjidil Harom, di rumahnya di Madinah, di Madrasah As-Shulatiyyah, dan Madrasah Al-Falah. Murid beliau sangat banyak, sebagian di antara yang mendapat sanad darinya adalah:

  1. Syekh Alawi Ibn Abbas Al-Maliki (w. 1391 H), beliau kemudian membuka pengajian di Masjidil Haram dan Madrasah Al-Falah.
  2. Syekh Muhammad Amin Al-Kutbi (w. 1404 H), beliau adalah rekan Syekh Alawi dan pengajar di Madrasah Al-Falah dan Masjidil Haram.
  3. Syekh Abdul Fatah Ibn Husein Rawah (w. 1424 H), beliau pernah menjadi pengajar di Mesjidil Haram, tepatnya di Bab as-Salam.
  4. Syekh Al-Musnad Abi Faid Muhammad Yasin Bin Isa Bin Udiq Al-Fadani Al-Indunisiyi asy-Syafi’i (lahir 1335 H / 1916 M, meninggal dunia di Mekah, 1410 H / 1989 M).
  5. Syekh Husein ‘Abdul Ghani Ibn Abdurrahman Al-Falimbani (w. 1399 H), pengajar di Masjidil Haram yang berasal dari Palembang, Sumatera Indonesia.
  6. Syekh Ahmad Al-Gh’Umari ‘Ibn Muhammad Ibn al-Siddiq Al-Gh’Umari (w. 1380 H), beliau menceritakan biografi Syekh ‘Umar Ibn Hamdan dalam fahrisah-nya.
  7. Syekh ‘Abdullah ‘Ibn Muhammad Ibn Al-Siddiq Al-Gh’Umari (w. 1413 H), kedua orang ini (6 dan 7) tinggal di Tangier (Thanjah), Maroko.
  8. Syekh Abu Ahmad Hasan Bin Muhammad Bin ‘Abbas Bin ‘Ali Bin ‘Abdul Wahid al-Masyath al-Makki al-Maliki (w. 1399 H), Syekh Hasan al-Masyath telah meninggalkan berbagai karangan antaranya “al-Jawhar ats-Tsaminah”, “at-Tuhfah ats-Tsaniyyah”, “al-Bahjah as-Saniyyah” dan banyak lagi. Beliau wafat di Makkah pada hari Rabu, 7 Syawwal 1399 H.
  9. Syekh Al-Al-Lamah Hijaz Ahmad Ibn Muhammad as-Surkati, pendiri Al-Irsyad di Indonesia.
  10. Syekh Sayyid Muhsin Bin Ali Bin Abdur Rahman al-Masawi. (lahir 1323 H / 1905 M dan wafat di Mekah, 1354 H / 1935 M). Beliau adalah kelahiran Palembang, Indonesia dan salah satu murid dari Syekh Abdul Hayy Bin Abdul Kabir al-Katani al-Fasi. Kemudian pada tahun 1352 H/1933 M, Syekh Muhsin al-Masawi mengasaskan Madrasah Dar al-Ulum ad-Diniyah di Syu’ib Ali, Mekah, dan dikenal dengannya.
  11. Syekh Abu Turab Adh-Dhohiri (w. 1423 H), yang merupakan putra Syekh Al-Musnad Abdul Haq Al-Hasyimi.
  12. Syekh Al-Muhadits Al-Musnad Muhammad Ibn Ibrohim Al-Khatani, yang juga murid dari Syekh Al-Muhadits Abdul Baqi Al-Ayubi Al-Mazani, dan lain-lain. Beliau menceritakan biografi Syekh ‘Umar Hamdan dalam kitabnya, ’Mu’jam Syekhuhu”.
  13. Syekh Al Muhadits (Anang) Sya’rani Arif Al Banjari. Ulama dari Martapura-Kalimantan Selatan (Indonesia) ini adalah murid sekaligus khadam dari Syekh Umar Hamdan. Namanya sempat tersehor bersama sepupunya (Syekh Muhammad Syarwani Abdan Al Banjari) dengan julukan “Dua Mutiara dari Banjar”. Keduanya pernah mengajar di Masjidil Haram.
Baca juga: Kiai Abu Naim, Ulama Misterius yang Kerap Mengirimkan Barang Bantuan

Baca juga: Karomah Habib Husein Luar Batang, Korban Perampokan Bisa Pulang Tanpa Ongkos

Sumber: nahdlatululama.id

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *