“Sidnan Nabi, Sidnan Nabi, Sidnan Nabi

Sidnan Nabi, Sidnan Nabi, Sidnan Nabi

Sidnan Nabi, Sidnan Nabi, Sidnan Nabi

Sidi Muhammad Amin Kutbi Habibin Nabi.”

Petikan qasidah itu ramai di tahun 90-an. Qasidah itu dimasyhurkan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) di majelis Ar Raudhah Sekumpul, dan makin populer setelah dilantunkan Haddad Alwi di Album Cinta Rasul. Haddad Alwi sebelumnya meminta izin kepada ulama karismatik Kalimantan Selatan tersebut untuk melantunkan qasidah itu dalam album religinya.

Siapa Sayyid Amin Kutbi yang disanjung sebagai kekasih Nabi dalam qasidah tersebut? beliau adalah seorang ulama besar Tanah Suci Makkah yang lahir pada 1327 Hijriyah. Nama beliau, Syekh Muhammad Amin bin Muhammad Amin bin Muhammad Shalih bin Muhammad Husein Al Kutbi. Seorang ulama keturunan Rasulullah SAW dari garis Sayidina Hasan AS.

Sayyid Amin diketahui ulama bermazhab Hanafi yang berjuluk “Quthbu Zamanih” (Wali Qutub pada Zamannya). Beliau menjadi rujukan para ahli ilmu zaman itu. Selain mengusai berbagai fak ilmu agama, mulai dari ilmu alat hingga syari’at, beliau juga dikenal ahli di bidang tasawuf dan hakikat.

Sayyid Amin Kutbi selain dikenal sebagai seorang ahli ilmu, beliau juga dikenal sebagai orang yang piawai ketika berceramah. Karena kepiawaiannya itu-lah, Habib Hasan bin Muhammad Fad’aq memberi gelar “Naathiqul ‘ashr” kepada beliau.

Pendidikan

Pada tahun 1338, Sayid Amin selesai menghapal Alqur’an di tangan Syekh Hasan As-Sanari Al Makki. Kemudian beliau masuk ke Al Falah hingga selesai tahun 1346 H.

Di antara guru Sayid Amin Al Kutbi:

Syekh Muhammad Al-Arobi At-Tabani
Syekh Muhammad Yahya Aman Al-Hanafi
Syekh Ahmad Nadhirin
Syekh ‘Isa Rawas
Syekh Salim Syafi
Syekh Muhammad Thayib Al-Markasyi
Syekh Sayyid Abdullah Hamdawah
Syekh Umar ibn Hamdan Al-Mahrusi
Syekh Abdul Ghani Al-Hanafi
Syekh Muhammad Abdulbaqi Al-Kanawi
Syekh Amin Faudah
Syekh Sayyid Abdullah ibn Thahir Al-Haddad
Syekh Ahmad At-Taiji
Syekh Mushtofa Al-Hamami
Syekh Abdulqadir Syalabi
Syekh Sayyid Mushtofa Al-Muhdhor
Syekh Muhammad Abu Khair Al-Maidani
Syekh Muhammad Abdulhay Al-Katani
Syekh Sayyid Muhammad Ibrahim Al-Fasi
Syekh Sayyid Ahmad Asy-Syatiri
Syekh Muhammad Ali ibn Husein Al-Maliki
Syekh Sayyid Muhammad Al-Marzuq Abu Husein
Syekh Sulaiman Ghazawi, dan lainnya.

Baca juga: Al Azhar Sempat akan Dibubarkan, Syekh Ali Jum’ah: Untung Ada Soekarno

Baca juga: Abah Guru Batalkan Hadiri ‘Sahur Bersama’ Demi Sang Ibu

Lulus dari Madrasah Al Falah, Sayid Amin Kutbi kemudian diangkat menjadi pengajar Madrasah tersebut. Selain mengajar di almamaternya, beliau juga mengajar di Masjidil Haram, Madrasah Tahdhir Al Ba’atsat, dan pada tahun 1371 H beliau mengajar pula di Ma’had ‘Idad Al Mu’alimin.

Di antara murid-murid Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutbi yang menjadi ulama besar adalah:

Syekh M Zainuddin Abdul Majid (Pendiri Organisasi Nahdlatul-Wathan Lombok NTB)

Syekh M. Yasin Al-Fadani (Ahli Hadits dan Mudir Madrasah Darul-Ulum Makkah)

Syekh M. Mukhtaruddin Palembang

Syekh Ibrahim Fathani

Syekh Muhammad Syarwani Abdan Al Banjari (Bangil)

Syekh Muhammad Sya’rani Arif Al Banjari (Kalsel)

Syekh Seman Mulya Al Banjari (Kalsel)

Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari (Abah Guru Sekumpul)

Syekh Isma’il Zain Al Yamani

Sayyid Ahmad Arraqimi bin Abdullah al-Qadimi

Sayyid Abdullah bin Hamid Al Bar

Sayyid Salim bin Abdullah al Atthas

Assayyid M Assyathiri

Sayyid Abdul Qadir Assaqqaf

Assayyid Shalih Al Idrus,dan lain-lain.

Tidak hanya mencetak murid, Sayyid Amin juga menulis beberapa karya tulis, namun dari sekian banyak karya beliau, hanya ada dua yang diketahui, yakni Diwan Nafih Al Thib Fi Madah Al Habib Shallallahu ’alaihi wasalam dan Basyir Al Karam ‘Ala Bulughul Marom.

Wafat

Menjelang kewafatannya, Sayyid Amin lebih banyak berdiam diri di rumah dan membatasi menjamu tamu. Ditanyakan kepada beliau: “Wahai Syekh amalan apa yang membuat selamat dunia dan akhirat pada zaman sekarang ini?”

Beliau pun menjawab, “Kurangi bergaul, jangan sering keluar rumah kecuali terpaksa, karena keperluan yang sangat penting.”

Baca juga:Mengenang Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutbi (2), dari Penuturan Ulama Banjar

Baca juga: Mengenang Syekh Sayyid Muhammad Amin Kutbi (3), Qutbul Gaus di Zamannya

Sayyid Amin Kutbi wafat pada hari Senin tanggal 4 Muharam 1404 H dan dikuburkan di samping makam sahabatnya, Syekh Sayyid Alawy bin Abbas Al Maliki Al Hasani.(berbagai sumber/bersambung)

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *