muhibbin.online, – Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan guru dari banyak ulama besar, tidak hanya di Indonesia tapi juga ulama dunia. Akhlak beliau yang indah merupakan perwujudan sedalam apa keilmuannya.

Diceritakan Ismael Amin Kholil dalam “Adab Melambungkan Derajat Syaikhona Kholil Bangkalan”, ketika menuntut ilmu di Tanah Suci, Syekh Kholil tidak pernah membung hajat di Mekkah. Untuk menghormati kota kelahiran Baginda Rasulullah SAW itu, beliau rela berjalan sejauh 6 kilometer ke luar batas tanah suci hanya untuk buang hajat di sana.

Akhlak yang indah ini tidak saja dipraktikkan Syekh Kholil ketika menjadi santri. Ulama besar ini diceritakan pernah menaiki sebuah dokar. Di tengah perjalanan, beliau bertanya kepada kusir.

“Kudanya bagus pak, dari mana?” ujar Syaikhona Kholil.

” Dari Bima Kiai,” jawab Sang Kusir.

Syaikhona Kholil kaget, beliau mengingat seorang gurunya di Mekkah yang berasal dari Bima. Beliau ingat Syaikh Abdul Ghoni Al Bimawi memiliki ratusan kuda. Beliau pun kemudian memita Sang Kusir untuk berhenti. Sesaat setelah berhenti, beliau langsung turun. Hal itu dilakukan beliau karena khawatir kuda yang beliau tunggangi adalah kuda dari keturunan kuda yang dimiliki oleh gurunya.

Tidak sampai di situ. Akhlak Syaikhona Kholil juga ditunjukkan kepada ulama yang bahkan muridnya sendiri. Cerita tersebut ditunjukkan KH Ahmad Ghazali Muhammad dalam kitabnya “Tuhfah Arrawi”.

Sebelum wafat, Syaikhona pernah berkunjung ke Jombang untuk mengikuti pengajian Hadits yang diasuh oleh santrinya sendiri, yaitu KH Hasyim Asyari di Tebuireng. Tak hanya itu, Syaikhona Kholil bahkan mengambil lalu membalik sandal Kiai Hasyim sebelum beliau turun dari musholla, sebagaimana yang dilakukan para santri yang mengharap berkah kiainya.(habis)

Baca juga: Belajar Adab pada Syaikhona Kholil (1), Menjadi ‘Hamba’ Bagi Gurunya

Sumber: https://pcnu-pamekasan.or.id/adab-melambungkan-derajat-syaikhona-kholil-bangkalan/

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *