muhibbin.online, – Sudah hal biasa jika suami menjadi tempat bertanya istri mengenai agama, namun bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Hal ini pernah terjadi pada pasangan ulama Syekh Al-Muthahhar bin Muhammad dan Syekhah Fatimah bin Yahya pada abad ke 9.

Peristiwa itu terjadi di Cordoba, Spanyol yang merupakan pusatnya ilmu pengetahuan masa itu.

Diriwayatkan, ketika Syekh Al Muthahhar mengajar, namun kebingungan dalam perkara fikih, dia berkonsultasi dengan istrinya yang ada di balik tirai. Setelah mendapat jawaban, ia pun kembali menjelaskan jawabannya.

Kejadian itu terus berulang, sehingga murid-muridnya mengatakan , “Jawaban itu bukan dari dirimu, tapi dari balik tirai.”

Siapa Syekhah Fatimah bin Yahya? Beliau adalah adalah seorang ulama pada masanya yang bergelar Mujtahid. Mujtahid adalah gelar yang diberikan kepada orang yang melakukan ijtihad (menarik kesimpulan hukum dari berbagai sumber hukum Islam).

Mujtahid bukan gelar yang sembarangan. Pasalnya, seorang Mujtahid harus menguasai ilmu agama, Alqur’an, sunnah, dan ijma’.

Kecerdasan Syekhah Fatimah bukan tanpa sebab. Beliau dilahirkan dalam keluarga yang mencintai ilmu. Ayahnya Syekh Yahya adalah seorang pakar hukum. Dengan demikian, tak heran jika beliau tumbuh menjadi seorang ulama kenamaan masa itu.

Sosok Syekhah Fatimah adalah bukti jika perempuan juga bisa menguasai ilmu tertentu di berbagai bidang. Hal ini harus menjadi lecutan semangat bagi perempuan saat ini, untuk menggantungkan cita-cita yang tinggi.

Sumber : Mengenal Fatimah binti Yahya, Ulama Perempuan yang Disegani, Agung Syasongko.

Penulis: Najma Nainawa

Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *