Oleh: Najma Nainawa

Siapa yang tak kenal dengan Sayidatina Fatimah putri Rasulullah SAW? Sosok mulia dengan akhlak yang mempesona. Padanya wanita mesti berkaca, bagaimana indahnya akhlak wanita surga.

Diriwayatkan dalam kitab Al Manaqib yang ditulis oleh Ibnu al Maghazili, suatu ketika datang seorang lelaki buta meminta izin masuk ke rumah Sayyidatina Fatimah. Sayyidatina pun segera membentangkan hijab antara dirinya dengan lelaki buta itu.

Melihat hal ini, Rasulullah menanyakan tindakan yang dilakukan putrinya, “Mengapa engkau tetap membentangkan hijab di antara kalian, padahal ia tidak dapat melihatmu?”

“Rasulullah, benar ia tak dapat melihatku, namun aku dapat melihatnya dan ia dapat mencium wangiku.”

Mendengar jawaban putrinya, Rasulullah lantas berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah bagian dari diriku.”

Cerita itu seakan menampar tindakan wanita sekarang yang kerap abai dalam menjaga diri. Hijab menjadi trendy, parfum disemprot di sana-sini. Hijab yang mestinya membuat mata orang lain tak tertarik untuk memandangnya, malah diolah dengan tujuan sebaliknya, dikreasi sedemikian rupa agar terlihat cantik, menarik, pada pandangan orang yang bukan mahramnya.

Tindakan ini adalah bagian dari kemunduran akhlak wanita saat ini. Senang dipandang, senang dipuji, sehingga membiarkan auratnya dinikmati mata-mata yang buta hati. Aroma parfumnya dicium hidung-hidung orang yang berada di sana-sini.

Sadar atau tidak, kita telah menyalahi akhlak putri baginda Nabi. Jika jejak langkahnya tak diikuti, lantas ke mana tujuan kita akan berhenti? Berkacalah setiap hari dan lihatlah siapa wanita yang kau teladani.

 

 

 

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *