Syekh Mulla Ramadhan Al Buthi adalah seorang pendakwah dengan mengutamakan kelembutan akhlak. Dia memilih doa sebagai senjata ampuhnya untuk memintakan hidayah kepada orang-orang sekitarnya. Dan terbukti, doa-doa yang dipanjatkannya di sepertiga malam dikabulkan Tuhan. Para ahli maksiat yang menghuni desanya berubah menjadi ahli ibadat. Masjid yang dulu kosong perlahan dibanjiri jemaah.

Apa balasan Tuhan atas orang-orang mulia seperti Syekh Mulla, yang mendakwahkan Islam tanpa kekerasan?

Sang anak, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi bercerita dalam kitab “Hadza Walidi”, seminggu sebelum kewafatan, Syekh Mulla bermimpi indah. Mimpi itu kemudian diceritakan kepadanya.

“Tadi malam aku bermimpi, dalam mimpi itu aku melihat hari kiamat dan orang-orang yang berkumpul di sekitarku. Ketika itu aku dihadapkan kepada Allah SWT, Allah berkata kepadaku:
‘Engkau telah mengagungkan-Ku di dunia, sekarang Aku akan memuliakanmu dan para keturunanmu’.”

Baca juga: Syekh Mulla Ramadhan Al Buthi (1), Imam Masjid di Desa Ahli Maksiat

Syekh Mulla Ramadhan lahir pada 1880 dan wafat pada tahun 1990 Masehi. Sebelum wafat dia berpesan agar keranda yang membawa jenazahnya dituliskan sebuah bait:

“Aku datang kepada-Mu dalam keadaan faqir tak punya apa-apa wahai Dzat yang Maha Kaya,  dan Engkau adalah Dzat yang sampai kapanpun akan berbuat baik kepada hamba-Mu.”

***

“Hadza Walidi” adalah kitab yang ditulis Syekh Muhammad Ramadhan Al Buthi yang berisi sejarah hidup Sang Ayah, Syekh Mulla Ramadhan Al Buthi.

Di Suriah, keluarga Al Buthi dikenal sebagai ahli ilmu dan pendakwah. Di antara mereka –semoga semuanya- dihidupkan mulia dan diwafatkan dalam keadaaan mulia. Terkhusus sang anak, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi wafat (syahid) ketika mengajar Tafsir Alqur’an di Masjid. Dia wafat terkena bom yang diledakkan oleh tentara ISIS.

Syekh Ramadhan Al Buthi bersama Habaib Hadramaut
Syekh Ramadhan Al Buthi bersama Habaib Hadramaut

Selain meledakkan masjid, para teroris itu juga meledakkan makam Imam Nawawi di Damaskus.(habis)

Baca juga: Syekh Mulla Ramadhan Al Buthi (2), Desa Ahli Maksiat Berubah Jadi Desa Ahli Ibadat

Sumber: Kisah Ayah Syaikh Buthi dan Tetangganya yang Pemabuk; Gus Ismael Amin Kholil.

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *