KH Mahrus Ali adalah pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Beliau dikenal sebagai ulama yang banyak memiliki karomah. Karomah itu tidak saja disaksikan teman seperjuangannya sewaktu membela tanah air di barisan Sabilillah, tapi juga setelah Indonesia merdeka.

Diriwayatkan GusAnwar Iskandar, suatu ketika gedung-gedung Universitas Tri Bhakti (UIT) akan diresmikan penggunannya oleh Menteri Agama di zaman itu, H. Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Beberapa santri membentuk pagar betis untuk menyambut kedatangan sang pejabat dengan lantunan shalawat Nabi. Di sisi lain, sejumlah panitia dan pejabat pemerintah sedang sibuk mengatur persiapan acara.

Namun, cuaca saat itu kurang bersahabat. Pada mulanya mendung, lama kelamaan hujan pun turun. Sementara sang menteri sudah berada di Kediri, istirahat sejenak di kantor wali kota.

Baca juga: Karomah Kiai Bisri: Meralat Tafsir Al Ibriz Setelah Wafat

Panitia gundah, sebab waktu peresmian sebentar lagi dilangsungkan. Sementara hujan makin deras. Kegundahan semakin menjadi-jadi, ketika pihak protokoler pemerintah daerah mengabarkan Sang Menteri sudah berangkat menuju kampus yang jaraknya hanya sekitar dua kilometer.

Di saat itu lah KH Mahrus Ali melenggang tenang menaiki panggung. “Para Santri mari kita mengangkat tangan, berdoa kepada Allah. Kita minta agar hujan dihentikan,” ucap Kiai.

Kiai pun berdoa yang diaminkan para hadirin. Tak sampai lima menit dari ditutupnya doa, hujan sontak berhenti. Langit Kediri cerah. Seiring dengan itu, Menteri Agama sampai di tempat acara.

Baca Juga: Karomah Kiai As’ad; Prediksi Hujan dan Mendaratnya Helikopter Soeharto

Kurang lebih satu jam acara berlangsung. Selain meresmikan gedung baru, Menteri Agama diminta meletakkan batu pertama pembangunan mushala kampus. Usai acara, Menteri dan rombongan pun kembali bertolak ke Balai Kota Kediri. Tapi ada yang ganjil, setelah rombongan Menteri berangkat hujan kembali turun dengan deras. Sementara para hadirin yang lain belum sempat angkat kaki.

Sontak, santri baru Lirboyo pun mengingat Kiai Mahrus Ali, dan semakin mengagumi beliau.

Sumber: Karomah Para Kiai

Editor: Muhammad Bulkini

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *