KH Bisri Mustofa dikenal sebagai kiai yang produktif. Satu di antara karya beliau adalah Tafsir Al Ibriz. Terkait karya yang satu ini, KH Mustofa Bisri –anak beliau- punya cerita menarik yang sulit diterima akal orang awam.

Suatu ketika Gus Mus –Akrab KH Mustofa Bisri dikenal- menerima tamu dari Cirebon. Orang tersebut mengaku mendapat pesan langsung oleh Kiai Bisri.

“Kiai Bisri berpasan agar Anda mengoreksi surat Al Fath karena di situ ada sedikit kesalahan,” ujar orang itu pada Gus Mus.

“Kapan Anda ketemu beliau?” Tanya Gus Mus.

“Kemarin,” jawab orang itu.

Gus Mus pun menyampaikan bahwa Kiai Bisri telah meninggal dunia hampir 40 hari yang lalu. Mendengar itu, orang itu terkejut dan kebingungan.

Sementara itu, Gus Mus pun kemudian segera ke Kudus, menemui Kiai Abu Amar dan KH Arwani (Dua ulama hafal Qur’an) yang dipercaya Penerbit Menara Kudus sebagai pentashih (korektor).

Informasi yang disampaikan orang Cirebon itu ternyata benar. Pada surat Al Fath ditemukan kesalahan (cetak) kecil yang sudah lolos koreksi beberapa kali. Yakni pada ayat ke-18 yang mestinya: Laqad radhiyallahu ‘anil mu’minina…., tertulis laqad radiyallahu ‘alal mu’minina…

Pengalaman itu ternyata tidak ditemui Gus Mus sekali saja. Dalam kesempatan lain, dia kembali bertemu dengan orang yang mengaku bertemu Sang Ayah.

“Anda ketemu sendiri?” tanya Gus Mus.

“Ya. Saya ketemu sendiri di Cirebon,” tegas orang itu. Orang ini juga menyampaikan pesan Kiai Bisri, agar Gus Mus melanjutkan karya beliau yang belum selesai.

Ketika Gus Mus menuturkan bahwa Kiai Bisri telah meninggal dunia, orang itu juga terkejut dan kebingungan.

Sumber: Buku Karomah Kiai

Editor: Muhammad Bulkini

 

 

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *