Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Asembagus Situbondo menjadi tempat Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 27 pada Desember 1984.  Pihak Pondok pun berbenah diri untuk menyambut hajatan akbar yang akan dihadiri penguasa Orde Baru, Soeharto.

Dalam Buku KH. R. As’ad Syamsul Arifin: Riwayat Hidup dan Perjuangannya diceritakan, menjelang kehadiran Soeharto, persiapan lapangan untuk mendarat ditangani oleh petugas khusus. Saat itu beberapa petugas mengadakan penyiraman air di lapangan Sodung. Lapangan ini berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi pondok.

Penyiraman tersebut dimaksudkan agar debu-debu tidak beterbangan ketika Helikopter yang membawa Presiden Soeharto dan rombongan mendarat di lapangan tersebut.

Saat para petugas sibuk menyiram air ke lapangan, tiba-tiba Kiai As’ad datang.

“Memakai uang siapa menyirami lapangan seluas ini?” kata Kiai As’ad pada petugas di sana.

“Jika pemerintah banyak uang, lebih baik dipergunakan untuk memperbaiki jalan di sebelah utara saja. Percuma menyirami lapangan ini. Sebentar lagi akan turun hujan. Lagi pula Pak Harto tidak mendarat di lapangan ini,” lanjut Kiai As’ad kemudian.

Komandan lapangan pun menjawab pertanyaan Kiai As’ad dengan salah tingkah, “Kami hanya melaksanakan tugas dari atasan Kiai.”

Kiai As’ad diam dan kembali ke pondok.

Sesaat setelah Kiai As’ad balik kanan, tiba-tiba rintik hujan mulai berjatuhan hingga semakin lebat.

Para petugas penyiraman pun berlarian mencari tempat berteduh. Di antara mereka menuju rumah penduduk. Namun mereka dibuat heran, sebab hujan hanya mengguyur di sekitar lapangan Sodung saja.

“Di luar lapangan tidak terjadi hujan. Hujan hanya terjadi di lapangan sini saja,” ucap petugas yang menyaksikan kejadian ganjil tersebut.

Selain benar prediksi Kiai As’ad soal hujan yang akan turun, Presiden Soeharto pun ternyata batal mendarat di lapangan Sodung. Akan tetapi, mendarat di lapangan Karang Telok. Persis seperti apa yang dikatan Kiai.

Sumber: Buku Karomah Para Kiai

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *