Judul: Jejak 8 Ulama Thoriqoh Sammaniyah

Penulis: Muhammad Bulkini

Halaman: 102 halaman

Hadiah: Rp50.000 (belum ongkir)

Hubungi:  085251569640 (WA)/telpon 082251427750

Pada suatu siang setahun lalu -bisa lebih, bisa kurang-, penulis mendampingi tamu Haul Abah Guru Sekumpul (Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari) berziarah ke makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Saat duduk-duduk di warung kopi tak jauh dari area makam, sambil menunggu pesanan Soto Banjar disajikan, tampaklah sebuah foto berukuran besar terpajang di dinding warung.

Foto tersebut di antaranya memuat foto Syekh Samman Al Madani (meski masih diragukan keasliannya), lukisan Syekh M Arsyad Al Banjari, lukisan Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Zainuddin Majid (NTB), Syekh Muhammad Syarwani Abdan  Al Banjari  (Bangil), dan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari.

Dari foto itu saya mengira, penyusun foto-foto tersebut berupaya menyusun ulama-ulama Thoriqoh Sammaniyah berdasarkan silsilah Masyaikh Thoriqoh Sammaniyah yang dulu dibagikan Abah Guru Sekumpul di majelis. Namun, penyusun agaknya keliru menaruh foto. Dia memasukkan foto Syekh Zainuddin Majid dalam deretan foto tersebut.

Sedangkan sedikit yang penulis ketahui, Syekh Zainuddin As Sumbawi pada Silsilah Masyaikh Thoriqoh Sammaniyah itu bukan Syekh Zainuddin Majid pendiri Nahdlatul Wathon, melainkan Syekh Zainuddin bin Muhammad Badawi As Sumbawi.

Penulis mengira penyusun foto kurang teliti dengan ulama yang dimaksud dalam silsilah tersebut. Dia mengira, Syekh Zainuddin yang berasal dari Sumbawa adalah Syekh Zainuddin Majid, padahal ada ulama lain yang berasal dari Sumbawa dan juga bernama Zainuddin.

Dari momentum itulah, penulis berinisiatif mengumpulkan jejak-jejak ulama Thoriqoh Sammaniyah dari salah satu jalur sanad yang dimiliki Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari.

Dan di momentum yang sama -menjelang haul Abah Guru Sekumpul-, alhamdulillah, buku yang dimaksud akhirnya selesai. Buku ini diberi judul sederhana: Jejak 8 Ulama Thoriqoh Sammaniyah. Semoga kemanfaatan penulisan ini menjadi wasilah syafaat para masyaikh bagi penulis dan keluarga, juga bagi siapa saja yang sudi memilikinya.

“Barang siapa menulis tarikh seorang wali Allah Ta’ala maka kelak di hari kiamat ia akan bersamanya.  Dan barang siapa melihat nama seorang wali Allah dalam kitab tarikh karena mencintainya, maka ia seakan-akan telah menziarahinya.  Dan barang siapa menziarahi wali Allah, maka semua dosanya diampuni Allah selama ia tidak mengganggu seorang muslim pun dalam perjalanannya. (Kitab ‘Amalut Tarikh: hal 43)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *