muhibbin.online, BANJARMASIN – Syekh Seman Mulya adalah sosok ulama istimewa dari Martapura, Kalimantan Selatan. Paman dari Abah Guru Sekumpul ini sering menghadiri Muktamar NU  di masa lalu, dan peran ulama yang satu ini dinilai sangat penting, terlebih ketika masalah berujung buntu.

Syekh Seman Mulya biasanya menghadiri Bahtsul Masail. Yakni, forum di lingkungan Nahdlatul Ulama yang membahas permasalahan umat, dan kemudian dicarikan solusinya. Jika masalahnya alot, sementara literatur yang diketahui tidak memadai, maka ulama “khos” yang satu ini mengambil peranan.

Menurut penuturan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani –Abah Guru Sekumpul-, Syekh Seman Mulya kerap diajak Syekh Husein Qaderi ikut dalam Bahtsul Masail di Muktamar Nasional. Ketika perkara berujung buntu, Guru Husin Qaderi kerap membisiki Guru Seman Mulya untuk mencarikan solusi dengan cara yang tak biasa.

Guru Seman Mulya pun mencari tempat di sudut ruangan yang tak tampak banyak orang. Dia pun menghubungi gurunya secara rohani -semacam videocall sekarang-. Dari jauh, guru utama beliau –Syekh Syaifullah Turki- memberikan solusi dengan menyebutkan kitab-kitab rujukan, lengkap di halaman berapa masalah itu akan dipecahkan.

Selesai “videocall” dengan gurunya, solusi itu pun disampaikan di tengah forum Bahtsul Masail. Kebuntuan itu pun pecah di tangan ulama “khos” yang satu ini.

“Itulah yang menyebabkan Guru Husin Qaderi sering mengajak Guru Seman ke Muktamar NU,” ujar Abah Guru Sekumpul dalam majelisnya.

Editor: Ibnu Syaifuddin

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *