“Tidak mengetahui akan kewalian seseorang, kecuali dari kalangan wali”, ungkapan tersebut kerap terdengar dan masyhur di kalangan pecinta wali. Namun, tidak semua wali mudah diketahui seorang wali lainnya. Benarkah?

Ada tiga cerita yang mendasari pendapat tersebut. Pertama cerita seorang auliya Allah bernama Syekh Abu Bakar Al Kattani. Baca ceritanya: Nabi Khidir semula tak mengetahui kedudukan Syekh Abu Bakar Al Kattani

Kedua, cerita Sultonul Aulia, Syekh Abdul Qadir Al Jailani.

Syekh Abdul Qodir Al Jailani suatu ketika dibuat heran oleh seorang wanita yang tawaf dengan satu kaki di Baitullah. Melalui firasatnya, beliau mengetahui wanita tersebut bukan orang biasa, melainkan seorang wali. Beliau pun mencari tahu maqom (pangkat) kewalian wanita tersebut dengan mata bathin. Beliau lihat di tingkat pertama (terendah), tidak ada. Kemudian di tingkat kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya hingga mendekati maqom ghoutsiyah -mendekati pangkat beliau, juga tidak ditemukan.

Akhirnya, Syekh Abdul Qodir menyerah, dan memohon kepada Allah SWT agar ditunjukkan maqom tersebut, Tiba-tiba terdengar seruan dari langit, “Ya Abdul Qodir, ikutilah wanita itu bila engkau ingin mengetahui maqom waliyahnya.”

Sang Ghouts pun membuntuti wanita tersebut, hingga akhirnya beliau mengetahui bahwa ternyata wanita tersebut tidaklah buntung kakinya. Melainkan, dia seorang ibu yang tengah menyusui anaknya hingga kekenyangan, dan tidur di pangkuannya.

Karena tak ingin membangunkan tidur anaknya, wanita shalehah tersebut memutus kakinya (dengan karomah) sementara, sedangkan dia menuju Mesjidil Haram, tawaf dengan satu kaki. Ketika kembali, anaknya masih terlelap tidur, dan wanita itu pun menyambung kembali kakinya.

Lihat betapa mulia seorang ibu. Semoga Allah SWT membahagiakan orangtua kita.

Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *