Diskusi memperingati 94 tahun berdirinya NU di Halaman Gedung PCNU Kabupaten Banjar.
muhibbin.online, MARTAPURA – Ajaran agama mestinya menjadi etika sosial. Begitulah manhaj Aswaja yang dianut ulama-ulama NU, yakni mendakwahkan ajaran agama berjalan di keseharian.
“Di Mississippi, kita tidak mendengar orang bicara agama di ruang publik. Namun kita merasakan ajaran agama diamalkan,” kata Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Kalsel, Abrani Sulaiman.
“Bahkan di sana, mengunci rumah dan mobil ketika ditinggalkan adalah aib yang memalukan. Karena tak mungkin ada pencurian,” sambungnya sembari mengenang masa-masa kuliah di Amerika dan Australia.
Fakta itu tentu menyentak kesadaran kita, bahwa di Indonesia yang penduduknya mayoritas Islam, masih marak dengan aksi pencurian. Dan tak jarang, pelaku yang dijerat adalah orang yang beragama Islam.
Padahal, agama Islam sangat melarang pencurian. Tapi mengapa, ajaran itu tidak menjadi perilaku sebagian umat Islam d negeri ini khususnya? Ini tentu menjadi PR besar Nahdlatul Ulama.
Mengomentari cerita Abrani Sulaiman, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Khairullah Zain menuturkan bahwa inilah yang dimaksud Rais Syuriah PBNU periode 1999-2014, KH. Sahal Mahfuzh dengan aturan fikih menjadi etika sosial.
“Inilah manhaj Aswaja An-Nahdliyyah yang dianut ulama-ulama kita, yaitu bagaimana mendakwahkan fikih dan ajaran agama sehingga menjadi etika keseharian, tanpa dipaksakan lewat aturan formal,” kata alumni Ma’had ‘Aly Darussalam ini.
“Meminjam istilah Abah Guru Sekumpul, dimulai dari pribadi masing-masing, dari keluarga masing-masing. Bila semua orang mengamalkan maka itulah namanya penegakan syariah meski tanpa undang-undang dan aturan formal yang memaksa,” lanjutnya.
Perbincangan hangat itu terjadi dalam diskusi memperingati 94 tahun berdirinya NU oleh aktivis muda nahdliyyin yang tergabung dalam AMANNA Community (Aktivis Muda Nahdliyyin Banua) mengangkat tema “NU Banua, NU Jawa, NU Eropa”, Jumat (31/1) malam..
Dalam diskusi yang dipandu bendahara PCNU Kabupaten Banjar yang juga owner RF Onlineshop, Ustadz Muhammad HR, menghadirkan Tiga aktivis muda NU; Ustadz Khairullah Zain, Gusti Marhusin, dan Azzam Masduki Anwar.
Turut hadir, Mustasyar PCNU Kabupaten Banjar, ustadz Rusniansyah Marlim dan Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Nuryadi Baseri serta aktivis muda NU dari Kabupaten Banjar, kota Banjarbaru dan Banjarmasin.
acara santai yang digelar di halaman Gedung PCNU Kabupaten Banjar, Martapura itu ditutup doa oleh Sekretaris PCNU, Muhammad Zaini Makky.
Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *