Sayyidina Umar bin Khattab RA
Sayyidina Umar bin Khattab RA.(Ilustrasi)

Suatu ketika Sayyidina Umar bin Khattab RA menjadi khatib Jum’at. Saat di atas mimbar, beliau berteriak dengan kerasnya. Sontak, hal itu pun membuat sebagian orang mengira beliau sudah gila. Sebulan kemudian, barulah diketahui perihal sebenarnya.

 

Dalam Kitab Tarikh al Khulafa, Imam As Suyuthi menyebutkan beberapa keistimewaan Sayyidina Umar bin Khattab RA. Riwayat tentang kisah Sayyidina Umar dalam kitab tersebut dinilai memiliki sanad sahih dan hasan.

Satu di antaranya diceritakan, SayyidinaUmar yang menjadi khatib di hari Jum’at berlaku ganjil. Beliau tidak langsung menyampaikan khutbah seperti biasanya. Tapi, malah berteriak, “Ya sariyyatal jabal!” Kalimat itu beliau ulang sebanyak tiga kali.  

Di antara orang yang hadir di hari itu kebingungan, bahkan ada yang mengira Sayyidina Umar telah gila. 

Sayyidina Abdurrahman bin Auf RA pun kemudian berupaya menenangkan Sayidina Umar dan para hadirin. Beliau menanyakan mengapa Sayyidina Umar meneriakkan, “Ya sariyyatal jabal”.

 
Sayidina Umar pun menjawab:
 

“Saya mendapati pasukan muslim berperang. Sedangkan musuh mengepung mereka dari berbagai tempat. Ketika saya mengucapkan ya ‘sariyyatal jabal’, saya berharap para pasukan menuju ke arah gunung.”

 
Satu bulan kemudian, alasan Sayyidina Umar itu terbukti benar. Seorang utusan dari pasukan perang di Nahawand bercerita, ketika mereka berperang di hari Jumat, tiba-tiba mereka mendengar suara teraiakan “ya sariyyatal jabal” tiga kali. Persis apa yang dilakukan Sayyidina Umar waktu itu.
 
Berkat teriakan itu, kata utusan perang tersebut, para pasukan muslim bergerak menuju gunung, hingga akhirnya bisa memenangkan peperangan.
 
Menariknya, SayyidinaUmar berteriak di Madinah, sementara pasukan perang itu berada di luar Tanah Arab, yakni di Nahawand.
Wallahu a’lam.
Sumber: Azhari Office
Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *