pusaka peninggalan Rasulullah dipamerkan di Martapura
Prof Dr Abd Manan Embong, pemilik Galery Warisan M.A.R Malaysia (tiga dari kanan).(ist)
muhibbin, MARTAPURA – Pusaka peninggalan Rasulullah SAW yang akan dipamerkan di Martapura dipertanyakan keasliannya oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Perihal itu pun ditanggapi oleh penyelenggara pameran tersebut.
Bupati Banjar KH Khalilurrahman melalui Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian HM Aidil Basith menegaskan, seluruh pusaka peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabat semuanya adalah asli, bukan replika.
“Pemilik pusaka dalam hal ini adalah Galeri Warisan MAR Malaysia, memastikan kepada kami bahwa pusaka-pusaka yang mereka bawa adalah asli,” ujar Aidil Basith seperti dilansir apahabar.com, Kamis (23/1).
“Semua pusakamempunyai sertifikat lembaga-lembaga kelas dunia. Saya melihat sendiri. Seperti dari Australia hingga Eropa yang membuktikan pusaka itu adalah asli,” sambung Basith.
Mereka, lanjut Basith, juga dijamin oleh pihak asuransi, dan siap diperkarakan jika ada yang meragukan keasliannya.
“Mereka membawa copy sertifikatnya. Andai ada yang meragukan, dipersilakan nanti menulis namanya dan identitas lengkap, nanti ada pihak mereka siap dibawa ke mana saja bahkan sampai ke meja hijau pun,” tegas Basith.
Siapa Pemilik PusakaPeninggalan Rasulullah SAW tersebut?

HM Aidil Basith menjelaskan, Prof Dr Abdul Manan bin Embong adalah sang pemilik Galeri Warisan MAR Malaysia yang membawa puluhan pusakapeninggalan Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan sahabatnya ke Martapura nanti. Ia merupakan pakar Ethnologi dan Artifak Islam.
“Kemarin, utusan Profesor Manan yaitu Nik Abdul Naseer Bin Hamzah datang ke sini untuk memastikan kerjasama ini,” ujar Aidil Basith.
Diungkapkan Basith, saat ini Galeri MAR masih menggelar pameran serupa di Banten.
Pemilik Galeri Warisan MAR, di Trenggano, Malaysia ini mengatakan dirinya punya koleksi Artefak Islam sampai 3.700 koleksi.
“Maka itu saya membuat museum pribadi, dan kemudian mulai rajin memamerkan artefak Rasulullah untuk syiar Islam keliling dunia sejak 1987,” kata Prof Dr H Abdul Manan, seperti diberitakan tribun.
Hobi profesor di Universitas Malaya mengoleksi benda bersejarah besar Islam ini sejak tahun 1974, seusai ia lulus kuliah.
Menurut media Malaysia, pria berusia 68 tahun ini mengumpulkan pusaka peninggalan Rasulullah dari Mekah, Madinah, Syria, Brunei dan Bangalore hingga India.
Tujuannya memamerkan artepak Rasulullah dan sahabatnya ini untuk mendekatkan umat Islam melalui khazanah peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat.
rencananya pusaka peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat itu akan digelar menjelang haul Abah Guru Sekumpul ke 15 di Februari mendatang.
Editor: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *