Doktor hadits dan dosen Universitas Hadramaut Yaman, Habib Alwi bin Syihabuddin.


muhibbin, MARTAPURA – Sebagian orang hanya menuntut hak tanpa peduli dengan kewajibannya. Hal inilah yang mungkin menjadi sumber percekcokan di rumah tangga, khususnya penyebab perceraian di Banua (Kalimantan Selatan). Lantas bagaimana mencegah atau mengobatinya? Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar (LDNU Kabupaten Banjar) punya solusinya.

LDNU Banjar dalam waktu dekat akan menggelar kajian tentang hak dan kewajiban suami isteri serta resep untuk kebahagiaan rumah tangga dunia dan akhirat.

Sebagai pembicara, LDNU menghadirkan Habib Dr Alwi bin Hamid bin Syihabuddin, seorang doktor hadits sekaligus dosen Universitas Hadramaut, Yaman. Dalam kajian tersebut, Habib akan menjelaskan perihal menjaga keharmonisan rumah tangga dengan mengacu pada karya tulis beliau, kitab Hadiyatul ‘Arus. Kitab tersebut diterbitkan berbahasa Indonesia dengan judul “Kado Pengantin, Bingkisan Cinta untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat.”

“Dalam Kitab Hadiyatul dijelaskan hal-hal yang dapat menjaga keharmonisan rumah tangga,” kata Ketua LDNU Kabupaten Banjar, Sayyid Ali Husein Al ‘Ayderus.

Menurut Sayyid Ali, pihaknya akan membagikan buku terjemahan di saat acara. Hal itu dimaksudkan agar memudahkan penelaahan. 
“Setiap peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangani Habib Alwi,” tambahnya.

Menanggapi rencana kajian, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjar Bidang Dakwah dan Bahtsul Masail, Khairullah Zain, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Setiap muslim wajib mengetahui hak dan kewajibannya sebagai seorang suami. Pun juga seorang muslimah wajib mengetahui hak dan kewajibannya sebagai isteri. Sayangnya, sangat langka ada kajian tentang hal ini. Padahal, tidak mungkin seseorang akan mengamalkan kalau ia tidak tahu ilmunya,” ujar ustadz yang dikenal dengan sebutan Abu Zein Fardany ini.

“Kajian ini untuk pria dan wanita. Saya sendiri, insya Allah akan ajak isteri saya untuk ikut belajar,” imbuh alumni Ma’had ‘Aly Darussalam ini.

Meski terbuka untuk pria dan wanita, kajian yang menghadirkan Habib Alwi bin Syihabuddin tersebut akan dibatasi jumlahnya oleh Panitia. Agar kebagian tempat, segera hubungi panitia pelaksana, atas nama Basran di 0813 4233 5374.

Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *