Muhibbin.Net, MARTAPURA – Menerima silaturahmi Pengurus Wilayah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Kalsel di kantor PCNU Kabupaten Banjar pada Rabu (08/01) pagi, Ketua PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Nuryadi mengapresiasi kegiatan yang akan digelar JRA di Kalsel.
 
Ustadz Nuryadi mengizinkan JRA menggelar kegiatan tersebut di Gedung NU Kabupaten Banjar.
 
“Gedung NU ini milik kita bersama. Tidak ada istilah meminjam bagi lembaga dan Banom (Badan Otonom) yang mau menggunakan untuk kegiatannya,” tegasnya.
 
Sebelumnya, dalam pertemuan itu, Ketua PW JRA Kalsel, Ustadz Subaidi mengutarakan rencana program JRA di Kabupaten Banjar. Selain pelantikan pengurus cabang, rencananya Februari mendatang JRA akan mengadakan pelatihan praktisi dan ruqyah massal untuk umum.
 
“Kita akan mengadakan pelatihan di tiga tempat, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru,” tutur Ustadz Subaidi.
Menurut Ustadz Subaidi, sesuai dengan arahan pengurus pusat, JRA nantinya akan bersinergi dengan Lembaga Dakwah NU.
 
“Kyai Said Aqil Siradj telah mengarahkan agar JRA menjadi sayap Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama,” katanya.
 
Wakil Ketua PCNU Banjar bidang dakwah, Ustadz Khairullah Zain yang mendampingi Ketua PCNU Banjar pun menyambut baik ketentuan tersebut.
“Untuk kabupaten Banjar nanti akan kita sinergikan dengan program Lembaga Dakwah NU Banjar,” kata ustadz yang dikenal dengan sebutan Abu Zein Fardany ini.
 
Untuk diketahui, JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) adalah organisasi perkumpulan praktisi ahli ruqyah berhaluan Ahlusunnah Waljamaah An-Nahdliyyah. Lahir di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Diwek Jombang JRA didirikan oleh kader muda Nahdlatul Ulama’ (NU) sekaligus ketua PKPNU PCNU Jombang angkatan pertama yaitu ‘Allamah ‘Alauddin Shidiqy atau yang akrab disapa dengan sebutan Gus Amak pada tanggal 15 Januari 2013.
JRA pada Awal-nya bernama “Ruqyah Syar’iyyah An-nahdliyyah”, kemudian berganti menjadi Jam’iyyah Ruqyah Sunan Kalijaga (JRS) karena memang lahir di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga sebagai Unit Sosial Thibb An-Nabawi di pondok pesantren tersebut.
 
Karena minat masyarakat luar pesantren untuk menjadi praktisi semakin banyak, maka diadakanlah ijazahan/pelatihan di luar Kabupaten Jombang untuk kali pertama, yaitu di Kabupaten Madiun pada tanggal 31 Juli 2016. Nama Jam’iyyah-nya pun berganti menjadi RAJ (Ruqyah Aswaja Jatim).
 
Awal 2017, peminat praktisi ruqyah kian membludak sehingga pengurus RAJ memutuskan untuk menasionalkannya dengan mengganti nama RAJ menjadi JRA (Jam’iyyah Ruqyah Aswaja).
 
JRA berbadan hukum resmi Kemenhunkam SK Kemenhunkam RI No. AHU-0013492.AH.01.04.Tahun 2017.
 
Dalam waktu dekat JRA akan mengadakan ruqyah massal di Kota Banjarbaru. Tepatnya pada Ahad, 12 Januari 2020. Peminat bisa mengontak Ustadz Mahmud di nomor 082156480942.
Editor: Ibnu Syaifuddin

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *