muhibbin.online, MARTAPURA – Mengetahui isi hati jamaah adalah salah satu keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. Salah satunya dialami jamaah wanita bernama Misbah.
 
Sekitar tahun 2000, Misbah mengaku menghadiri majelis Abah Guru Sekumpul yang rutin digelar setiap Sabtu pagi untuk jamaah wanita. Saat itu, dia hadir dalam keadaan menstruasi atau haid. Sehingga dia ragu untuk masuk ke dalam mushalla Ar Raudhah.
 
“Waktu itu hanya berani duduk di dekat pohon pisang, jauh dari mushalla. Sambil memikirkan apakah boleh perempuan haid masuk mushalla,” ujar wanita asal desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul itu.
 
Di tengah kebingungannya, dia kemudian mendengar suara Abah Guru Sekumpul dari pengeras suara. Sebuah pernyataan yang menjawab pertanyaan di hatinya.
 

“U…luh (panggilan untuk wanita muda dalam bahasa Banjar; Aluh), masuk ja ke Musholla (Ghoiro Jami) kada papa jua, ini lain Masjid. Jadi bulih (boleh) aja babinian (wanita) haid masuk musholla,” kata Abah Guru waktu itu.

 
Mendengar perkataan Abah Guru tersebut, dia pun segera berdiri dan melangkahkan kaki masuk ke musholla dan mendapat tempat yang lebih dekat dengan Abah Guru Sekumpul.
 
Hal yang serupa kerap dialami jamaah-jamaah di majelis Abah Guru Sekumpul. Yakni, hanya tergelitik di hati suatu permasalahan, ulama karismatik tersebut lantas menjawab pertanyaan itu dalam ceramahnya. Terkadang, masalah yang dijawab tersebut tidak terkait isi kitab yang sedang dijelaskan Abah Guru Sekumpul.
Wallahua’lam.

Penulis: Anwar
Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *