Muhibbin.Net, BANJARMASIN – Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar bersama rombongan berziarah ke makam Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani di Sekumpul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (30/9/2019).
Sesampainya di Sekumpul, Kyai Miftach dan rombongan mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat ashar berjemaah. Saat menjadi imam, pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu tidak menggelar sorban sebagai alas sujudnya. Beliu lebih memilih sujud di karpet biasa di bagian mihrab musholla Ar Raudhah tersebut.
 
Selepas shalat, rombongan kemudian berziarah ke makam Syekh Seman Mulya, Syekh Salman Jalil, dan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). Ketiganya merupakan tokoh ulama NU.
 
Syekh Seman Mulya diketahui terlibat dalam beberapa kesempatan Bahtsul Masail di Muktamar NU. Syekh Salman Jalil aktif di kepengurusan di PWNU Kalsel, dan Syekh Muhammad Zaini tercatat sebagai Mustasyar PBNU di era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
 
Kiyai Miftach dan rombongan semula duduk di lantai tingkat dua ketika berzairah. Beliau dan rombongan lebih memilih mengambil tempat di belakang para peziarah lain.
 
Namun atas bujukan PCNU Kabupaten Banjar, Guru Syamsul, beliau kemudian mau mengambil tempat lebih dekat dengan pagar makam. Meski hanya duduk di sudut bagian samping. Seolah tak ingin mengganggu peziarah lain.
 
Ziarah ke makam pendahulu menurut Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas, adalah bentuk terimakasih atas jasa-jasa pendahulu yang menyebarkan Islam.
 
“Terlebih beliau-beliau adalah ulama NU, jadi kita suwun-lah ke sini,” ujar Robikin, yang turut mendampingi Rais Aam PBNU berziarah.
 
Kegiatan ziarah tersebut ternyata merupakan rangkaian dari kunjungan PBNU dalam meninjau kesiapan wilayah yang menjadi kandidat tempat diselenggarakan Muktamar NU, di mana Kalsel adalah satunya.
 
Ada 3 kandidat; yakni Jawa Barat, Kalsel, dan Lampung,” ungkap Robikin.
 
Hingga saat ini, sambungnya, belum ada keputusan terkait di mana Muktamar NU akan digelar. Untuk itu, PBNU melakukan kunjungan ke berbagai wilayah untuk meninjau langsung kesiapan mereka menjadi tuan rumah. Di antara yang dikunjungi adalah PWNU dan Pesantren-pesantren di wilayah tersebut.
Editor: Muhammad Bulkini

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *