“Pernah sekali aku pergi
dari Jakarta ke Surabaya…”

 
Percayalah, tulisan ini tidak membedah lirik lagu tersebut. Saya hanya mengingat lirik lagunya ketika menuliskan judul “Kereta Malam” di belakang Gus Dur dan NU. Apa sebab? Saya teringat sebuah ungkapan yang menunjukkan betapa “hebatnya” pemikiran Gus Dur dan terbelakangnya pikiran masyarakat kita.
 
Pemikiran Gusdur disebut layaknya lokomotif kereta super sonic Jepang. Sementara pemikiran rakyat Indonesia diibaratkan sebagai gerbong kereta lama, yang terseok-seok mengikuti kecepatan daya pikir Gus Dur.
 
Karena tak dapat mengimbangi lajunya, sebagian orang yang berada di gerbong lama kemudian mencoba melepas kepemimpinannya. Dan berhasil. Hanya dua tahun, Kiai itu memimpin Indonesia –yang sebenarnya sudah diisyaratkan oleh para “Ulama Langitan”, bahwa kepemimpinannya tak akan berlangsung lama.
 
Apa kaitannya dengan NU?
 
Jika Bangsa Indonesia tak mampu mengikuti lajunya pemikiran Gus Dur, berbeda dengan Nahdlatul Ulama. Organisasi Islam yang satu ini sanggup mengikutinya selama 3 periode atau 15 tahun, yakni dari 1984 hingga 1999.
 
Sampai di situ, anda mungkin mulai paham dengan NU. Dialah gerbong super sonic yang mampu mengiringi kecepatan berpikirnya Gus Dur. Dan bukan tidak mungkin, dialah pabrik yang menelurkan Gusdur -Pendapat kedua lebih saya sukai.
 
Maka itu, jika ada pandangan-pandangan NU yang kemudian tak sampai di pikiran orang awam. Senyumin saja. Mungkin mereka gerbong lama yang masih bermotto, “Biar lambat asal selamat”. Padahal, kalau bisa cepat dengan selamat, ngapain lambat-lambat. Bukankah doa kita, selalu minta masuk surga bi ghairi hisab? (Amin).
 

“Cug kicak kicuk kicak kicuk Kereta berangkat…” (eh, nyanyi lagi).

Selamat berangkat bagi anda yang berpikiran melesat. Lambaikan tangan pada gerbong tua, karatan, dan kagetan. Juga jangan lupa, doakan orang-orang seperti kami agar mampu berpikiran layaknya Gus Dur dan Nahdlatul Ulama; agar tidak ketinggalan iman sekaligus tidak ketinggalan zaman.(*)
Oleh: Ibnu Syaifuddin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *